13+ Penyakit Kulit Kucing Dan Cara Mengobatinya Lengkap - HARUS TAU - Situs Informasi Terlengkap -->

banner

13+ Penyakit Kulit Kucing Dan Cara Mengobatinya Lengkap

Penyakit Kulit Pada Kucing Dan Cara Mengatasinya Lengkap Dengan Gambar

Harus-Tau.com - Penyakit Kulit Kucing Dan Cara Mengobatinya Lengkap, Penyakit kulit pada kucing adalah hal umum yang sering diderita kucing. Ada banyak macam dan jenisnya dari penyakit kulit. Dan setiap jenis dari penyakit kulit memiliki cara mengobatinya yang berbeda.

Memelihara kucing agar tetap sehat dan mempunyai penampilan yang baik adalah merupakan tantangan tersendiri bagi para pecinta kucing. Tetapi selama hewan peliharaannya sehat dan bisa bermain seperti semula, akan ada rasa kesenangan tersendiri saat melihatnya.

Disini saya hanya berbagi menurut pengalaman dari catlovers semua. Karena banyak sekali rekan pencinta kucing yang mengeluh dan bingung cara mengobatinya tentang Penyakit kulit yang di derita oleh kucing kesayangannya.

Sering kali pemilik kucing langsung menyatakan hewan peliharaannya terkena " jamur kulit " bila ada masalah kulit pada kucing nya, maka banyak yang menyarankan langsung di kasih obat Jamur pada kucing nya. Malah ada yang langsung minta suntik anti Jamur padahal belum tentu benar juga.

Yang bahaya lagi jika yang di suntikkan adalah Ivermectin, suatu obat anti parasit pada hewan.

Banyak yang salah mengerti dalam pengobatan penyakit Kulit pada kucing. Jadi pada artikel kali ini, Harus-Tau.com akan memberikan bagaimana Pencegahan dan penanganan Penyakit kulit.

Cara Mengetahui Kucing Kamu terkena Penyakit Kulit


Cara Mengetahui Kucing Kamu terkena Penyakit Kulit


Cara awal sederhana untuk mengetahui bahwa kucing kamu terkena penyakit kulit adalah Kucing kamu sering Menggaruk. Bila kamu para catlovers semua mengalami kucing kamu sering menggaruk maka bisa di pastikan kucing kamu terkena penyakit kulit.

13 Penyakit Kulit Pada Kucing Di Indonesia


1. Ring Worm


Ring Worm

Ringworm adalah salah satu jenis lain dari jamur kulit yang menyerang kucing, Terutama yang sering terkena penyakit ini adalah anak kucing di bawah satu tahun. Hal ini menyebabkan lesi melingkar di kepala kucing, telinga, dan badan.

Kulit di sekitar lesi sering bersisik dan botak terkadang hanya tersisa sedikit bulu. Ringworm sangat menular dan dapat menyebar ke hewan peliharaan berbulu lain di rumah dan bisa juga menular kepada orang-orang.

Pengobatannya tergantung pada tingkat keparahan, tetapi mungkin bisa di atasi dengan menggunakan shampoo khusus, salep, atau obat-obatan oral.

Cara Mengatasi Penyakit Kulit RingWorm Pada Kucing

Sebulan sekali Lakukan desinfektan Rutin ruangan dan kandang yang menjadi tempat tinggal kucing dengan cairan Bleaching atau pemutih , dan desinfektan untuk hewan.

Sebulan sekali Kamu Mandikan atau rendam kucing dalam cairan Lyme sulfur atau larutan belerang. Atau bisa juga menggunakan air 10 liter yang di tetesi propolis 20 tetes.Dan bisa juga kamu mandikan dengan menggunakan shampo Sebazole.

3 cara mengobati Ringworm yang bisa kamu lakukan, yaitu :

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis atau salep anti Jamur biasanya Ketokenazole.
  2. Untuk kucing diatas 4 Bulan secara Oral berikan Ithraconazole atau Sporanox, satu kapsul bisa di bagi 5 selama 2 minggu sehari sekali.
  3. Untuk kucing di bawah 4 bulan atau Hamil, jangan di berikan obat oral segera temui dokter hewan untuk pengobatan lebih lanjut.

2. Kulit Kering dan Ketombe


Kulit Kering dan Ketombe kucing

Seperti orang pada umunya, Kulit kucing juga dapat kering dan berketombe. Penyakit kulit ini biasanya tidak ada yang serius, tetapi tidak ada salahnya kamu konsul dengan dokter Hewan kamu.

Ketombe yang terus menerus terjadi pada kucing dapat menjadi tanda gizi buruk, perawatan yang tidak baik, dan ada masalah Kesehatan. Shampo khusus dan suplemen omega-3 asam lemak dapat membantu mengobati ketombe pada kucing.

Pencegahan dan Pengobatan Mengatasi Kulit Kering dan Ketombe

  1. Mandikan Kucing rutin Sebulan sekali dengan shampo anti jamur atau sebazole.
  2. Berikan Suplemen tambahan seperti Minyak ikan dan X trabloom water

3. Infeksi Jamur (Yeast)


Infeksi Jamur (Yeast) kucing

Terinfeksi jamur atau (Yeast) yang disebabkan oleh jamur, Biasanya banyak terjadi pada kucing yang memiliki masalah medis lainnya. Telinga adalah salah satu tempat yang paling umum untuk penyakit infeksi jamur.
Gejalanya jika terkena jamur pada kucing adalah adanya cairan hitam atau kuning, kemerahan pada daun telinga, dan kucing terus-menerus menggaruk telinga. Kucing yang terinfeksi jamur mudah diketahui dan biasanya cepat sembuh dengan pengobatan obat anti jamur.

Cara Mengatasi Penyakit Kulit Infeksi Jamur (Yeast) Pada Kucing

  1. Sebulan sekali Lakukan desinfektan Rutin pada ruangan dan kandang tempat tinggal kucing dengan cairan Bleaching atau pemutih , dan desinfektan untuk hewan.
  2. Pastikan Sebulan sekali kamu Mandikan atau rendam kucing dalam cairan Lyme sulfur atau larutan belerang. atau air 10 liter yang di tetesi propolis 20 tetes.Bisa juga kamu mandikan dengan menggunakan shampo Sebazole

Cara Mengobati Kucing yang sudah terkena Jamur adalah sebagai berikut :


  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis atau salep anti Jamur biasanya Ketokenazole.
  2. Untuk kucing diatas 4 Bulan kamu bisa lakukan secara Oral berikan Ithraconazole atau Sporanox, satu kapsul di bagi 5 selama 2 minggu sehari sekali.
  3. Untuk kucing di bawah 4 bulan atau Hamil, jangan di berikan obat oral periksakan kedokter untuk penanganan lebih lanjut.

4. Jerawat Kucing.



Jerawat Kucing

Jerawat atau feline acne biasanya muncul di area sekitar dagu kucing. Kemungkinan penyebabnya adalah termasuk stres, jarang dibersihkan, reaksi terhadap obat, dan masalah kulit.
Dokter hewan biasaya akan merekomendasikan shampo khusus atau gel untuk membersihkan Jerawat, atau antibiotik jika infeksi bakteri menyertai jerawat.

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis secara merata.

5. Eosinophilic Granuloma


Eosinophilic Granuloma kucing

Jika kucing kamu ada borok atau luka pada hidung dan bibir. Kemungkinan kucing kamu akan mengalami jenis reaksi alergi yang dikenal sebagai granuloma eosinofilik.

Reaksi ini dapat terjadi di mana saja pada tubuh kucing, tetapi paling sering pada wajah, bantalan kaki, dan paha. Alergi makanan atau kutu kadang-kadang merupakan penyebabnya. Tetapi luka ini juga bisa terjadi akibat terinfeksi bakteri. Dan cara pengobatannya tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk pada bagian yang terkena penyakit granuloma eosinofilik dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis.

6. Alergic Dermatitis


Alergic Dermatitis kucing

Tubuh Kucing juga dapat memiliki reaksi alergi terhadap produk perawatan, makanan, dan mengalami gangguan lingkungan yang tidak sesuai dengan tubuh si kucing. Hasilnya terlihat seperti serbuk sari atau gigitan kutu.

Kucing akan sering menggaruk kepala atau leher bisa jadi itu adalah tanda umum dari alergi makanan. Gejala alergi lainnya termasuk menjilat pada kaki atau menggaruk telinga atau pangkal ekornya. Ada berbagai cara untuk mengobati kulit gatal berhubungan dengan alergi, tapi jika kucing kamu belum terkena penyakit ini maka melakukan pencegahan adalah strategi terbaik.

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk pada bagian yang terkena penyakitdengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis.

7. Stud Tail


Stud Tail kucing

Stud Tail Juga biasa disebut hiperplasia kelenjar pada buntut. Ekor pejantan mengeluarkan kelenjar minyak yang aktif di bagian atas atau ujung ekor.

Kelenjar ini menghasilkan ekskresi lilin yang Membuat rambut rontok dan lesi berkerak sehingga membuat ekor kuncing tampak kusam. Dalam kasus yang parah, kondisi bisa membuat ekor rentan terhadap infeksi bakteri.

Neutering atau Kebiri dapat menghilangkan masalah pada kucing jantan. Pilihan pengobatan lain adalah rajin merawat ekor dan menggunakan shampo yang diformulasikan secara khusus.

Cara Mengobatinya

  1. Cuci dan bersihkan lemak di buntut dengan menggunakan Goop atau sabun untuk cuci piring.
  2. Setelah bersih bilas dengan shampo sebazole lalu yang terakhir bilas dengan air propolis ( 20 tetes propolis dan 1 liter air) , keringkan sampai kering.

8. Bulu Rontok


Bulu Rontok kucing

Jika kamu melihat kucing kamu kehilangan rambut lebih banyak dari biasanya atau memiliki bagian yang botak, segera mungkin temui dokter hewan kamu.

Rambut rontok yang tidak normal dapat menjadi tanda peringatan dari beberapa penyakit, seperti adanya kutu, stres, alergi, atau gizi buruk.

Cara Mengobatinya

  1. Berikan makanan bergizi seperti wet food dicampur kitty bloom atau kalau untuk menggemukan kucing berikan juga Xtra Bloom water.
  2. Berikan pengobatan sesuai dengan penyebab kebotakan, konsultasikan dengan dokter hewan kamu.

9. Infeksi Bakteri


Infeksi Bakteri kucing

Infeksi kulit bakteri dapat berkembang sebagai akibat dari masalah kulit lainnya. Misalnya, jerawat kucing bisa membuat akar rambut kucing lebih rentan terhadap infeksi, sehingga bisa menyebabkan folliculitis.

Infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, tetapi yang terpenting adalah menjaga kesehatan kulit agar tidak terkena infeksi bakteri

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk pada bagian yang terkena penyakitdengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis. Bisa juga kamu berikansalep anti bakteri misalnya kemicetine salep.
  2. Berikan antibiotik sesuai anjuran dokter hewan kamu.

10. Ear Mite



Ear Mite kucing

Kutu pada telinga kucing adalah parasit kecil yang tinggal di lilin dan minyak di dalam telinga kucing. Saat mereka makan, mereka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan penyakit kulit serius atau infeksi telinga.

Tanda-tanda kutu telinga adalah bila kucing menggaruk kepala dan telinganya secara berlebihan, telinga kucing gemetar, dan ada bau yang kuat dan kotor dalam telinga kucing. Kutu telinga dapat diobati dengan produk topikal yang diresepkan oleh dokter hewan.

11. Scabies kucing


Scabies kucing


Scabies kucing adalah penyakit kulit biasa yang sering disebabkan oleh tungau kepala Notoedres cati. Tanda pertama kucing terkena penyakit ini adalah rasa gatal sekitar kepala dan leher, bersama dengan rambut rontok dan munculnya bintik botak.

Karena sering nya kucing menggaruk, kulit menjadi merah, dan luka. Biasanya, kamu akan melihat warna abu-abu tebal dan berkerak kuning di sekitar leher tepi wajah, dan telinga. Kondisi ini juga dapat terjadi pada kulit kaki dan alat kelamin.

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk pada bagian yang terkena penyakitdengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis.
  2. Untuk mengatasi penyakit Ear mite dalam kuping kamu harus membersihkannya dengan memasukkan cairan pembersih telinga Otolin. bisa juga di teteskan sedikit obat kutu frontline di tengkuk kucing.
  3. Untuk Kucing dewasa bila terkena penyakit scabies yang sudah menyebar konsultasikan dengan dokter hewan kamu, karena di perlukan penyuntikan anti parasit untuk mengobati si kucing.

12. Kutu Lice


Kutu Lice kucing


Kutu Lice adalah penyakit parasit yang membuat kulit kucing kamu kering. Mereka biasanya ditemukan pada kucing tua atau kucing sakit yang sering pergi tanpa diketahui.

Hal ini dapat membuat kucing sering menggaruk, gelisah, penampilan rambut yang tidak biasa, dan rambut rontok. Seperti tungau, kutu Lice juga dapat diobati dengan pengobatan topikal. Karena kutu spesies-spesifik yang artinya hanya ada pada makhluk hidup tertentu, Jadi kamu tidak perlu khawatir akan tertular kutu dari kucing kamu.

Cara Mengobatinya

  1. Bersihkan kerak-kerak yang terbentuk pada bagian yang terkena penyakitdengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO), setelah itu bersih lalu oleskan Propolis. Lalu teteskan tengkuk kucing dengan obat kutu seperti frontline.
  2. Untuk Kucing dewasa bila scabies sudah menyebar konsultasikan dengan dokter hewan kamu , karena di perlukan penyuntikan anti parasit

13. Kutu


Kutu kucing

Kutu atau Pinjal adalah masalah yang sangat umum terjadi pada kucing. Kamu dapat mencari mereka atau Telur mereka dalam setiap rambut di kucing, terutama di mana warna bulu sudah pucat.

Tanda-tanda lain adanya kutu adalah bila kucing kamu sering menggaruk, luka kulit yang berkerak, dan penipisan rambut di atas pangkal ekor. Untuk membasmi kutu, kamu harus merawat kucing kamu, serta barang-barang kamu dirumah seperti tempat tidur, dan karpet. Melakukan desinfektan bulanan adalah cara yang terbaik.

Cara Mengobatinya

  1. bersihkan kerak-kerak atau kotoran dengan VCO atau minyak tawon, lalu oleskan propolis.
  2. Teteskan juga obat Kutu Frontline Pada tengkuk Kucing
  3. Desinfektan ruangan atau kandang kucing minimal sebulan sekali.

Ok itulah Penyakit Kulit Kucing yang sering terjadi di Indonesia dan bagaimana cara mengobati dan mengatasinya. Sebenarnya penyakit itu tidak akan datang jika pola hidup kucing kamu sehat dan bersih. Maka sebelum sakit selalu rawat kucing kamu agar tetap sehat dan gaya hidup yang bersih.

0 Response to "13+ Penyakit Kulit Kucing Dan Cara Mengobatinya Lengkap"

Post a comment

Berkomentar lah yang sopan, Tidak memberikan komentar negatif ataupun link spam. Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel