HARUS TAU ! Ternyata Menggunakan Ponsel Di SPBU Sangat Berbahaya - HARUS TAU - Situs Informasi Terlengkap -->

banner

HARUS TAU ! Ternyata Menggunakan Ponsel Di SPBU Sangat Berbahaya

HARUS TAU ! Ternyata Menggunakan Ponsel Di SPBU Sangat Berbahaya

HARUS TAU ! Ternyata Menggunakan Ponsel Di SPBU Sangat Berbahaya - Harus Tau-Info, SPBU adalah tempat untuk kendaraan mengisi bahan bakar. Ada banyak larangan dan peraturan yang ada di SPBU. Ya, salah satunya adalah larangan untuk menggunakan Ponsel Di SPBU.

Peraturan ini dibuat karena bisa mengakibatkan kebakaran. Nah jika sudah terbakar lantas siapa yang disalahakan?

Maka dari itu yuk kita Harus Tau Apa sih bahayanya menggunakan Ponsel Di SPBU.

Peraturan dibuat untuk dipatuhi Begitu juga dengan larangan menggunakan ponsel di SPBU Yang berhubungan langsung dengan keselamatan. Tapi Sekali lagi apakah benar menggunakan ponsel di area SPBU sangat berbahaya?

Lalu Apa penyebabnya?

Secara teori, memang sebuah ponsel memiliki potensi memicu uap bensin sehingga menyebabkan kebakaran di SPBU Energi yang dibutuhkan sebuah percikan untuk dapat menyalakan uap bensin adalah 0,2 mili Joule Jumlah tersebut jauh lebih kecil dari jumlah energi yang terdapat pada sebuah ponsel.

Jadi, energi yang terdapat pada ponsel sangat mungkin menyebabkan sebuah kebakaran. Namun kesulitannya, sebuah ponsel tidak didesain untuk menciptakan sebuah percikan.

Lalu bagaimana radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh sebuah ponsel?

Memang radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel dapat mengganggu peralatan listrik seperti alat pemompa dan monitor jantung serta peralatan listrik pada sebuah pesawat yang dapat berakibat fatal apabila mengalami kerusakan.

Pada tahun 1999 Motorola dan Nokia 2 produsen ponsel terbesar pada saat itu menyatakan bahwa pelarangan penggunaan ponsel di SPBU dikarenakan perangkatnya memiliki sebuah bug yaitu ketika memindahkan atau melepas baterai dapat menimbulkan percikan api.

Lalu apa penyebab kebakaran yang sering terjadi di SPBU ?

Jawabannya adalah karena listrik statis dan Sinyal Handphone.

Para ahli percaya bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh listrik statis dan bukan karena pengunaan ponsel

Listrik Statis timbul akibat gesekan antara bahan sintetis sehingga menyebabkan perpindahan elektron. Pada kasus ini, gesekan antara bahan sintetis pada pakaian dan material sintetis pada kursi mobil dapat menciptakan listrik statis yang besar pada tubuh seseorang sehingga apabila orang tersebut bersentuhan dengan bahan logam yang bermuatan positif akan menimbulkan sebuah fenomena perpindahan elektron
yang sering disebut dengan Kesetrum dan ..

Boom!

Salah satu penanggung jawab SPBU berkata bahwa "Handphone itu kan ada sinyal, nah sinyal itu penghantarnya kan udara. Saat mengisi BBM kan ada uap gas, biasanya kalau uap dan sinyal itu berbarengan masuk, sinyal bisa menghantar api, jadi ada percikan."

Dari beberapa jurnal penelitian, disebutkan bahwa handphone tidak tahan ledakan sehingga memungkinkan uap dari BBM yang mudah terbakar dapat masuk ke dalam handphone, dimana di dalam HP terdapat aliran listrik yang cukup sebagai sumber percikan api.

Alasan lain mengapa handphone dilarang ialah karena sinyal handphone yang tidak beraturan dan tidak bisa dikontrol karena ada di udara

Ini dapat memicu ion electron yang bisa menghasilkan percikan, sehingga timbul sumber panas. Ketiga, baterai pada HP mampu menimbulkan panas yang cukup untuk menginisiasi api.

Iya, Panas yang terjadi di dalam ponsel juga sangat berpengaruh. Karena saat ponsel sedang panas, maka ponsel akan mengeluarkan semacam radiasi yang jika terkena uap dari Bensin dapat menyebabkan kebakaran.

Jadi penggunaan ponsel di SPBU “Mempunyai potensi” bahaya Kebakaran. Ada baiknya kita semua mengikuti aturan dan larangan yang ada di SPBU “Lebih baik mencegah daripada mengobati”.

Oleh karena itu ayo kita patuhi setiap peraturan yang ada. Karena sekali lagi peraturan dibuat untuk dipatuhi
bukan untuk dilanggar Agar diri kita selamat dan tidak membahayakan orang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel